TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT BEBERAPA PENDAPAT

a.       Menurut Abdul Wahab Abdus Salam Thawilah

Kata “tujuan” dalam bahasa arab lebih identik dengan kata  الأهداف yang berarti sesuatu yang terangkat naik, baik itu gunung, bangunan dan lain-lain. Arah makna kata الأهداف itu sendiri lebih ditujukan kepada maksud atau akibat. Secara istilah, tujuan dalam pendidikan memiliki makna sebuah usaha yang dilakukan dalam proses pendidikan menuju pembentukan dan perkembangan yang lebih baik, baik jasmaniah, aqliyah, ilmu pengetahuan atau perilaku peserta didik. Tujuan tersebut itu baru tampak pada peserta didik setelah proses pembelajaran dilaksanakan. (Abdul Wahab Abdus Salam Thawilah, 2003. At-Tarbiyah al-Islamiyah wa Fann at-Tadris. Kairo: Dar as-Salam).

b.      Menurut Zuhairini

Tujuan pendidikan islam adalah membimbing dan membentuk manusia menjadi hamba Allah yang saleh, teguh imannya, taat beribadah, dan berakhlak terpuji. Bahkan seluruh gerak-gerik dalam kehidupan setiap muslim, mulai dari perbuatan, perkataan, dan tindakan apapun yang dilakukannya dengan nilai mencari ridha Allah, memenuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya adalah ibadah. Maka untuk melaksanakan semua tugas kehidupan itu, baik bersifat pribadi maupun social, perlu dipelajari dan dituntun dengan iman dan akhlak terpuji. Dengan demikian, identitas seorang muslim akan tampak dalam semua aspek kehidupannya (Zuhairini Dkk, 1982, FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM, Jakarta: Departemen Agama).

c.       Menurut Syed Sajjad Husain dan Syed Ali Ashraf.

Tujuan pendidikan islam terbagi menjadi 4 bagian, antara lain:

  1. Mengenalkan manusia akan peranannya di antara semua makhluk dan tanggung jawab pribadinya dalam kehidupan.
  2. Mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan tanggung jawabnya dalam tata hidup bermasyarakat.
  3. Mengenalkan manusia akan alam ini dan mengajak mereka untuk mengetahui hikmah diciptakannya  serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam tersebut.
  4. Mengenalkan manusia akan pencipta alam ini dan memerintahkan beribadah kepada-Nya (Muhammad Fadlil al-Jamaly, 1986, Filsafat Pendidikan Dalam Al-Qur’an. Surabaya: Bina Ilmu).

d.      Menurut Hasan Al-Banna

Tujuan pendidikan, menurut Hasan al-Banna yang paling pokok adalah mengantar anak didik agar mampu memimpin dunia, dan membimbing manusia lainnya kepada ajaran islam secara komprehensif (kaffah), serta memperoleh kebahagiaan di atas jalan Islam.

Adapun rincian mengenai tujuan pendidikan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tujuan tingkat individu

Pada dasarnya, individu merupakan sasaran utama pendidikan. Maka diupayakan sebuah penempatan kehidupan individu yang berada dalam naungan sistem islam. Sehi:ngga setiap individu muslim memiliki karakter untuk selalu mengerjakan kebaikan demi memperoleh kebahagiaan dunia dan akhiratnya.

Secara operasional, tujuan pendidikan di tingkat individu ini mengarah kepada beberapa hal, antara lain setiap individu harus memiliki

a)      Fisik yang sehat, sehingga tahan dalam menghadapi berbagai kondisi, baik lingkungan dan cuaca.

b)      Ketangguhan akhlak, sehingga dapat mengendalikan hawa nafsunya.

c)       Wawasan luas, sehingga mampu menyelesaikan berbagai persoalan hidup yang menimpa dirinya.

d)      Kemampuan dalam bekerja.

e)      Pemahaman aqidah yang benar berdasarkan al-Qur’an dan Hadits.

f)       Kualitas ibadah yang sesuai dengan syari’at islam

g)      Kemampuan memerangi hawa nafsunya dan mengokohkan dirinya diatas syari’at Allah melalui ibadah dan amal kebaikan.

h)      Kemampuan mengatur waktu agar terjaga dari perbuatan yang sia-sia.

i)        Kemampuan yang menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain/

2. Tujuan tingkat keluarga

Secara operasional, tujuan pendidikan di tingkat keluarga ini mengarah kepada beberapa hal, antara lain setiap individu harus:

a)      Memiliki pemahaman tentang memilih calon isteri yang sesuai dengan norma-norma islam.

b)      Dapat menerapkan etika islam dalam kehidupan berumah tangga.

c)       Memahami hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarganya.

d)      Mempunyai kemampuan mendidik anggota keluarganya di atas prinsip-prinsip islam.

3. Tujuan tingkat masyarakat lokal

Tujuan pendidikan di tingkat masyarakat lokal ini mengarah kepada beberapa hal, antara lain setiap individu harus:

a)      Menyeru kebaikan kepada masyarakat.

b)      Memerangi berbagai kemunkaran dan kejahatan.

c)       Memperbaiki pandangan umum yang salah kearah pemikiran islam.

d)       Mewarnai kehidupan bermasyarakat dengan nilai-nilai islam.

4. Tujuan tingkat organisasi

Secara operasionalnya, tujuan pendidikan di tingkat ini mengarahkan pada peserta didik agar memiliki:

a)      Ketaatan dalam melaksanakan perintah dalam berbagai kondisi.

b)      Kekokohan diri.

c)       Keikhlasan dalam bentuk pembebasan diri dari ambisi yang tidak baik.

d)      Persaudaraan dalam ikatan aqidah.

e)      Kepercayaan yang mampu meningkatkan kecintaan, penghargaan, penghormatan, dan ketaatan antara anak didik dengan pendidik.

5. Tujuan politis

Tujuan pendidikan di tingkat politis adalah membentuk individu yang senantiasa harus bekerja keras yang dapat membebaskan tanah airnya dari kekuatan asing dan memperbaiki sistem pemerintahannya sehingga menjadi pemerintahan yang menerapkan nilai-nilai ajaran islam. Secara operasionalnya, setiap anak didik diharapkan ikut serta dalam kegiatan bermasyarakat dan pemerintahan demi kemashlahatan bersama.

6. Tujuan tingkat dunia arab

Tujuan ini berpandangan bahwa bangsa Arab adalah bangsa yang pertama kali meletakkan sendi-sendi pokok keislaman. Islam tidak akan bangkit tanpa adanya kebangkitan dari bangsa Arab itu sendiri. Secara operasionalnya, tujuan ini mengarahkan setiap anak didik untuk memiliki:

a)      Kemampuan berbahasa asing terutama bahasa arab.

b)      Kesadaran yang tinggi untuk selalu mempelajari bahasa arab.

c)       Kesadaran yang tinggi untuk selalu menjaga dan memperjuangkan islam melalui bahasa arab.

7. Tujuan tingkat dunia islam

Tujuan tingkat dunia islam ini didasarkan bahwa seluruh umat islam di dunia merupakan kesatuan umat yang utuh. Secara operasionalnya, tujuan ini mengarahkan setiap anak didik untuk memiliki:

a)      Wawasan yang luas tentang dunia islam.

b)      Kesungguhan bekerja dimanapun ia berada.

c)       Kemampuan untuk senantiasa memperkokoh persatuan islam.

(Hasan al-Banna, 1990, Majmu’at Rasail al-Imam as-Syahid Hasan al-Banna, Iskandariah: Dar al-Da’wat)

e.      Menurut Muhammad Ismail Yusanto

Tujuan pendidikan islam adalah untuk membentuk manusia yang berkarakter, yakni:

1. Berkepribadian islam dan menguasai tsaqofah (budaya) islam.

Tujuan ini pada hakikatnya merupakan konsekuensi dari sebuah keimanan seorang muslim dengan menanamkan aqidah islam, senantiasa bersikap, berpikir dan berperilaku berdasarkan aqidah dan ajaran islam, dan mengembangkannya dengan tsaqofah islam dalam seluruh aspek kehidupan dalam rangka melaksanakan ketaatan kepada Allah.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”. {QS. Fushshilat:33}.

Islam mendorong manusia untuk menguasai tsaqofah islam, yang diantaranya ialah kewajiban seorang muslim untuk menuntut ilmu, terutama ilmu-ilmu agama yang diwajibkan bagi setiap muslim untuk mempelajarinya. Sebagaimana Firman Allah:

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.{QS Az-Zumar: 9}

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.{QS Al Mujadilah:11}

2. Menguasai ilmu-ilmu umum

Menguasai ilmu-ilmu umum sangat diperlukan bagi seorang muslim agar umat islam mampu mencapai kemajuan material sehingga dapat menjalankan misi sebagai khalifah Allah dan pemimpin di muka bumi.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. {QS Ali Imran:190}

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. {QS Al-Qashash:77}

(Muhammad Ismail Yusanto, 2004, Menggagas Pendidikan Islami, Bogor: al-Azhar Press).

f.        Menurut Triyo Supriyatno

Tujuan merupakan salah satu pokok dalam pendidikan kerena tujuan dapat menentukan setiap gerak, langkah, dan aktivitas dalam proses pendidikan. Pemetaan tujuan pendidikan berarti penentuan arah yang akan dituju dan sasaran yang hendak dicapai melalui melalui proses pendidikan serta menjadi tolok ukur bagi penilaian keberhasilan dalam pelaksanaan pendidikan (Triyo Supriyatno, 2009, Humanitas Spiritual Dalam Pendidikan, Malang: UIN Press).

g.       Menurut Moh. Roqib

Tujuan pendidikan islam sesungguhnya tidak terlepas dari prinsip-prinsip pendidikan yang bersumber dari nilai-nilai al-Qur’an dan as-Sunnah. Dalam hal ini, paling tidak terdapat lima prinsip dalam pendidikan islam, antara lain:

1. Prinsip integrasi (tauhid)

Prinsip ini memandang adanya wujud kesatuan dunia akhirat. Maka, pendidikan akan meletakkan porsi yang seimbang untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat

2. Prinsip keseimbangan

Prinsip ini memiliki peran menyeimbangkan antara muatan jasmaniah dan ruhaniah, antara ilmu murni dan ilmu terapan, antara teori dan praktek, dan antara nilai yang menyangkut aqidah, syari’ah dan akhlak.

3. Prinsip persamaan dan pembebasan

Prinsip ini merupakan pengembangan dari nilai-nilai tauhid, bahwa setiap individu dan setiap makhluk hidup diciptakan oleh Pencipta yang sama (Tuhan). Pendidikan dalam hal ini berupaya untuk membebaskan manusia dari belenggu nafsu dunia menuju nilai tauhid yang bersih dan mulia. Sehingga dengan pendidikan, manusia diharapkan akan terbebas dari kebodohan, kemiskinan, dan hawa nafsunya sendiri.

4. Prinsip komunitas dan berkelanjutan

Prinsip ini mengenalkan sebuah konsep pendidikan seumur hidup (life long education). Dalam islam, menuntut ilmu merupakan kewajiban yang tidak pernah dan tidak boleh berakhir. Dengan menuntut ilmu secara istiqamah / kontinyu dan terus-menerus, akan muncul kesadaran pada diri manusia dengan lingkungannya, dan yang paling penting tentu saja kesadaran kepada Tuhannya.

 

5. Prinsip kemashlahatan dan keutamaan

Prinsip ini merupakan implementasi dari nilai tauhid yang berkembang dalam sistem moral dan akhlak dengan kebersihan hati seseorang. Seseorang akan memiliki daya juang untuk membela hal-hal yang bermanfaat demi kemashlahatan bersama dalam kehidupan. Sebab, nilai tauhid hanya bisa dirasakan apabila telah dibuktikan dalam gerak langkah untuk kemashlahatan manusia sendiri.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prinsip pendidikan islam identik dengan prinsip hidup detiap muslim, yakni beriman, bertakwa, berkepribadian muslim, insan saleh guna melaksanakan amanat Allah sebagai khalifah di muka bumi dan beribadah kepada-Nya untuk mencapai keridhaan-Nya(Moh Roqib, 2009, Ilmu Pendidikan Islam, Yogyakarta: LkiS).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s